Pengertian Beriman Kepada Hari Kiamat (Hari Akhir)

Wajib bagi kita sebagai umat muslim beriman kepada hari kiamat, bahwa kita i'tiqadkan "Sesungguhnya hari kiamat itu adalah benar (akan terjadi)", dengan mengimani semua apa yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw dari segala hal-ikhwal kejadian sesudah kematian.

Beriman Kepada Hari Kiamat

Hari kiamat itu adalah hari terakhir, tiada lagi hari sesudahnya, sebab dunia ini akan lenyap, langit pun akan musnah, matahari dan bulan akan hancur, dan seluruh manusia, jin, Malaikat, iblis dan syeitam serta makhluk lainnya akan binasa. 

Kemudian Allah swt akan mengganti bumi ini dengan bumi yang lain, juga akan mengganti langit dengan langit yang lain. Lalu Allah swt membangkitkan kembali hamba-hambanya serta dikumpulkannya di Padang Mahsyar, dan semuanya menghadap kepadanya dalam keadaan tertunduk. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam (QS. Ibrahim ayat 48)

"Yaitu Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang maha esa, lagi maha perkasa."  (QS. Ibrahim ayat 48)

Peristiwa terjadinya hari kiamat itu adalah huru-hara dan gemuruh yang amat dahsyat, hingga membuat wanita yang menyusui lalai dari anaknya, dan membuat gugur kandungan wanita yang sedang hamil.

Bumi memuntahkan isi perutnya, membuat air laut menjadi panas, manusia pada ketika itu berterbangan bagai anai-anai, gunung-gunung menjadi terpecah berhamburan bagai kapas. Malaikat-malaikat meningkir ke berbagai penjuru langit, yang akhirnya tak ada satupun yang luput dari huru-hara hari kiamat itu. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam (QS. Al-Hajj ayat 1 dan 2)

"Hai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat. (Ingatlah) pada hari itu (ketika) kamu melihat (kegoncangan) itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya, dan gugurlah seluruh kandungan wanita yang sedang hamil." (QS. Al-Hajj ayat 1 dan 2)

Dan juga firman Allah swt dalam (QS. Az-Zalzalah ayat 1-2)

"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat).  Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya)." (QS. Az-Zalzalah ayat 1-2)

Pada hari itu Allah swt membuktikan kebenarannya. Dia menghidupkan kembali segala yang sudah mati. Dan itulah hari yang tidak boleh ragu-ragu kepadanya, yaitu hari kiamat yang pasti akan datang.

Sebagaimana firman Allah swt dalam (QS. Al-Hajj ayat 6-7)

"Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah dialah yang haq, dan sesungguhnya dialah yang menghidupkan segala yang mati, dan sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu,  dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwasannya Allah lah yang membagkitkan semua orang didalam kubur." (QS. Al-Hajj ayat 6-7)

Hari kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat, hari yang memisahkan seseorang dengan keluarganya, satu sama lainnya tidak lagi saling peduli, baik amtara bapak dengan anak, antara suami dengan istrinya, karena hari itu adalah hari nafsi-nafsi, dimana seseorang hanya mempedulikan dirinya sendiri, sebagaimana Allah swt berfirman dalam (QS Al-Mu'minun ayat 101)

"Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian nasab (keturunan) diantara mereka pada hari itu, dan juga mereka tidak ada lagi yang saling bertanya." (QS Al-Mu'minun ayat 101)

Tidak ada komentar untuk "Pengertian Beriman Kepada Hari Kiamat (Hari Akhir) "

Iklan Tengah Artikel 2