Kultum Singkat Tentang Bersyukur

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah swt, yang telah memberi kita berbagai macam nikmat hingga kita bisa berkumpul pada hari ini. Selawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabatnya dan umatnya hingga akhir zaman.



Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah ceramah yang berjudul "Bersyukur kepada Allah swt" hadirin yang berbahagia, syukur mempunyai makna yaitu berterima kasih dan menerima dengan sepenuh hati akan anugerah atau nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Kita tidak akan bisa menghitung berapa banyak nikmat yang Allah telah berikan, mulai dari nikmat kesehatan, nikmat iman, nikmat masih bisa berfikir dan berbagai nikmat lagi yang tak bisa kita hitung satu persatu. Bersyukur merupakan sebuah keharusan bagi kita hamba Allah yang beriman, selain sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah, bersyukur juga akan membuat nikmat yang kita terima akan menjadi tambah banyak.

Namun yang jadi permasalahannya adalah mengapa kita tidak bisa bersyukur akan semua nikmat yang telah Allah berikan? dan mengapa kita selalu berfikir bahwa nikmat itu berupa materil/uang, pemikiran seperti ini sebenarnya sangatlah salah dan fatal, karena apabila kita berfikir seperti ini berati kita termasuk orang yang kufur akan nikmat Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam (QS. Ibrahim ayat 7) yang berbunyi:


وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatku maka sesungguhnya azabku sangat pedih." (QS. Ibrahim ayat 7)

Maka dari itu apabila kita tidak ingin termasuk kedalam golongan orang-orang yang kufur akan nikmat Allah, maka sehendaknya kita bersyukur dan jangan kita sekali-kali mengkufuri (tidak mensyukuri) nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Karena Allah berfirman dalam (QS. An-Nahl ayat 83) yang berbunyi:


يَعۡرِفُونَ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٣

"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang orang kafir." (QS. An-Nahl ayat 83) 

Menurut Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, muddaris tafsir universitas islam madinah.

Orang orang kafir dan musyrik itu mengetahui nikmat Allah swt yaitu pengutusan Rasulullah saw, kemudian mereka mengingkari kenabiannya karena kebodohan dan kekerasan mereka dalam perkataan dan perbuatan, yang mana mereka menganggap bahwa pertolongan itu miliknya (berhala) dan mereka menyembahnya. Dan kebanyakan dari mereka itu menolak dan menentang. 

Ayat ini turun untuk orang Arab yang mendatangi nabi saw, lalu nabi membacakan untuknya ayat-ayat sebelumnya (ayat 80-81) kemudian dia berkata "benar", lalu berpaling, pergi, dan tidak jadi masuk islam.

Janganlah kita seperti orang musyrik yang mengkufuri nikmat Allah, disini saya ingin mengajak kalian semua untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. 

Demikian ceramah singkat yang dapat saya sampaikan mohon maaf bila ada kesalahan kata. Wassalamuailaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar untuk "Kultum Singkat Tentang Bersyukur"

Iklan Tengah Artikel 2