Kultum Singkat Tentang Pergaulan Bebas

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Puji syukur kita panjatkan kepada Allah swt, yang telah memberi kita berbagai macam nikmat hingga kita bisa berkumpul pada hari ini. Selawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi besar kita Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabatnya dan umatnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah kita diberi nikmat sehat yang tiada tarannya sehingga kita dapat berkumpul untuk saling bersilaturahim. Saudara sekalian yang saya cintai, karena disini mayoritas adalah para remaja walaupun ada beberapa yang sudah ibu-ibu dan bapak-bapak.

Maka dari itu disini saya akan sedikit menyinggung tentang pergaulan bebas yang sudah menjadi momok bagi masyarakat bagi kalangan remaja, dan semoga bagi yang sudah menjadi orang tua dapat menjaga anaknya dari pengaruh negatif pergaulan bebas.

Kita sudah ketahui jika dalam seluruh kehidupan ini orang tua kita tidak selalu dapat mengawasi kita 100 %, mungkin mereka hanya bisa mengawasi kita ketika berada di rumah atau ketika kita masih kecil dan masih membtuhkan bantuan dari kedua orang tua kita baik ketika belajar berjalan, membaca, bermain, menulis, berbicara dan lain-lain. 

Akan tetapi semua itu sangatlah berbeda ketika kita sudah menginjak remaja atau baligh dimana jangkauan sosial kita lebih luas, baik itu dari lingkungan sekolah atau lingkungan bermain. Apalagi kita sudah merasakan ketertarikan dengan lawan jenis.

Pada dasarnya ketertarikan atau bahasa gaulnya virus merah jambu itu adalah fitrah dari yang Maha Kuasa, itu naluri normal setiap manusia. Tanpa fitrah itu kita tidak dapat berkembang biak sampai sekarang ini, mungkin kita tidak dapat berada disini. 

Apalagi tidak hanya itu dari cinta kita muncul ke nafsu seksual. Ya tidak masalah jika nafsu itu disalurkan ketika sudah halal / menikah justru akan berpahala. Tapi bagaimana jika nafsu itu disalurkan sebelum waktunnya. Dimana kita melakukan segala sesuatu yang negatif itu sangat didukung oleh lingkungan kita, teman-teman kita, yang satu udah punya pacar satunnya ikut-ikutan biar gak dikatakan ketinggalan zaman begini dan begitu. 

Ya begitulah remaja sangat rentan sekali dengan coba-coba, ikut-ikutan padahal mereka sendiri sudah tau kalau hal itu tidak benar. Oleh karena itu saudara sekalian perlunnya mengikuti kajian seperti ini, agar kita selalu didekatkan dengan teman-teman yang positif, yang selalu mengajak kepada kebaikan, hindari pergaulan bebas, dan buat para bapak-bapak dan ibu-ibu semoga dapat selalu menjaga anaknya dari pergaulan bebas bagaimanapun carannya. 

Sekian wejangan sedikit dari saya, semoga dapat memberikan segudang manfaat bagi saudara sekalian. Wasalamualaikum. Warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar untuk "Kultum Singkat Tentang Pergaulan Bebas"