Syarat Wajib Puasa, Ini Penjelasannya

Syarat Wajib Puasa

Kewajiban berpuasa merupakan salah satu dari rukun islam yang wajib ditunaikan oleh setiap umat muslim dan muslimah yang sudah baligh. Perintah berpuasa tertulis di firman Allah swt dalam (Qs. Al-Baqarah ayat 183) yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-
orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Qs. Al-Baqarah ayat 183).

Selain itu puasa juga merupakan ibadah dengan keutamaan yang istimewa. Dalam salah satu hadist qudsi diterangkan, bahwa setiap amal kebaikan manusia dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat, kecuali amal puasa. Allah berfirman, "Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. ia untuk-ku dan aku yang akan membalasnya.

Berpuasa itu wajib
Syarat wajib adalah ketentuan yang mesti dipenuhi oleh seseorang muslim sebelum melaksanakan suatu ibadah. Berikut 5 syarat seorang muslim wajib berpuasa:

1. Islam. Karena puasa termasuk rukun islam, hanya orang muslim yang wajib menunaikan ibadah puasa. Orang yang kafir tidak wajib baginya berpuasa dan tidak sah puasanya.

2. Mukallaf, yaitu orang yang baligh dan berakal, bagi laki-laki ditandai dengan keluarnya sperma dari kemaluannya baik dalam mimpi (tidur) ataupun sengaja, sementara perempuan status balighnya ditandai dengan menstruasi


3. Sanggup, sebagai pengecualian bagi orang yang tidak sanggup, tidak sanggup itu ada dua jenis


a) Kebetulan, yaitu ketidaksanggupan yang tersebut dalam firman Allah swt dalam (surah al-baqarah ayat 185)  yang berbunyi :

"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah ayat 185)

b) Permanen, yaitu ketidaksanggupan yang tersebut dalam firman Allah swt dalam (surah Al-Baqarah ayat 184) yang berbunyi :

"Dan wajib bagi orang orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan orang miskin." (QS. Al-Baqarah ayat 184)

 Ibn Abbas ra menafsirkan kalimat "orang-orang yang berat menjalankannya" adalah lelaki reqtua dan perempuan tua yang tidak sanggup berpuasa, maka keduanya memberi makan satu orang miskin untuk satu hari. 

4. Mukim (tinggal/menetap) 
 Tidak wajib atas orang yang sedang dalam perjalanan (musafir). Allah swt berfirman dalam (QS. Al-baqarah ayat 185) yang berbunyi :

"Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah ayat 185)

Para ulama telah sepakat bahwa orang yang musafir boleh berbuka (tidak berpuasa)

5. Tidak ada penghalang, dan ini khusus bagi kaum wanita. 
Penghalangnya adalah haid atau nifas. Jadi, wanita yang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa dan tidak sah puasanya menurut ijma', karena sabda rasulullah saw: "Bukankah ketika dia (wanita) haid, dia tidak shalat dan tidak berpuasa?"



Tidak ada komentar untuk "Syarat Wajib Puasa, Ini Penjelasannya"

Iklan Tengah Artikel 2