Penjelasan Tentang Syi'ah, Paham Dan Aqidah

Riwayat:
Aqidah Kaum Syi'ah
Syi'ah menurut bahasa Arab, adalah "Pengikut atau pendukung".

"Kaum Syi'ah menurut istilah yang lazim dipakai dalam lingkungan Islam, adalah suatu golongan atau kaum yang memiliki I'tiqad (keyakinan), bahwa Imam Ali bin Abu Thalib r.a adalah orang yang paling berhak menyandang gelar Khalifah, berdasarkan Wasiat Rasulullah saw untuk menjadi pengganti beliau, apabila telah wafat. Golongan ini juga disebut Rafidhah. 

Aliran ini dipelopori oleh Abdullah bin Saba', seorang pendeta Yahudi berkebangsaan Yaman, yang datang ke Madinah pada masa Khalifah Utsman bin Affan r.a dimana ia menyatakan dirinya telah memeluk agama Islam. 

Pada mulanya Abdullah bin Saba' (yang diragukan keislamannya) itu membentuk kelompok kecil, yang terdiri dari:

  1. Kaum Muslimin yang masih lemah imannya. 
  2. Sisa-sisa kaum Munafik yang tersingkir pada masa Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar bin Khattab. 
  3. Orang-orang yang diduga sengaja disusupkan oleh "kekuatan asing, baik dari romawi maupun persia. 
Kelompok ini diberi nama oleh mereka" Hawari (pembela kebenaran), tapi kenyataannya mereka ditugaskan oleh Abdullah bin Saba' untuk menghasut dan memecah-belah umat islam, baik yang ada di pedesaan maupun yang di perkotaan. 

Kemudian setelah mereka berkembang, terbentuklah suatu kekuatan besar yang pada akhirnya mereka mempelopori pemberontakan terhadap Khalifah Utsman bin Affan r.a.

Setelah Khalifah Utsman terbunuh, mereka merasa terdesak oleh kelompok yang berpihak kepada khalifah Utsman r.a untuk menuntut balas atas kematian beliau, kemudian mereka berupaya untuk berlindung dibawah kebesaran nama Ali bin Abu Thalib r.a yang pada mulanya mereka hanya sekedar berpura-pura mendukung Ali r.a untuk menjadi Khalifah, namun dibelakang hari mereka menamakan kelompok mereka dengan sebutan Syi'ah Ali (pendukung Ali). 

Setelah Khalifah Ali r.a wafat, yang tadinya hanya berkisar seputar masalah politik, sosial dan ekonomi, akhirnya dikemudian hari bergeser kepada masalah keyakianan atau aqidah. 

Di kemudian hari kaum syi'ah ini terpecah menjadi 6 aliran besar, dan lama-kelamaan terpecah pula menjadi 22 aliran.

I'tiqad (keyakinan) kaum Syi'ah:
Kaum Syi'ah pada umumnya memiliki I'tiqad (keyakinan) yang berlandaskan 8 pokok keyakinan, antara lain:

1. Kedudukan Imam:

a. Khalifah dalam istilah kaum Syi'ah, disebut Imam. Yaitu pangkat tertinggi dalam Islam, bahkan mereka menempatkan kedudukannya termasuk dalam salah satu dari rukun Islam. 

b. Imam adalah orang yang ma'shum (terpelihara dari dosa), masih menerima wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril. (Kitab: Al-Kufi. Oleh Muhammad bin Ya'qub Al-Kulini, seorang Ulama besar kaum Syi'ah. Wafat: 328 H di Baghdad.) 

2. Pengertian Ahli Bait:

Menurut pendapat kaum Syi'ah, bahwa yang dinamakan ahli Bait itu, adalah Ali bin Abu Thalib, Hasan, Husein, dan cucu dari Nabi saw hingga seterusnya, sedangkan isteri-isteri Nabi saw, semuanya tidak termasuk ahli bait, apalagi Aisyah, justru mereka mengkafirkannya, karena telah memerangi Imam Ali r.a

3. Kedudukan Hadist Nabi saw:

Kaum Syi'ah mengatakan: "Bahwasannya mereka mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Namun yang dimaksud dengan Sunnah Rasul itu ialah Hadist-hadist yang hanya diriwayatkan dari Imam dan para ahli Bait saja. Mereka tidak menerima hadist-hadist yang diriwayatkan dari Abu bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, serta para sahabat lainnya, apalagi yang berasal dari Bani Umayyah. 

4. Kedudukan Mushhaf (Al-Qur'an) 

Bagi kaum Syi'ah, bahwa Al-Qur'an yang berlaku bagi mereka adalah "Mushhaf Ali. Yang dimulai dari: "Surat Al-Fatihah, Surat Yusuf, Surat An-Nisa, Surat Al-Maidah, dan seterusnya. 

5. Wahdatul Wujud

Yang dimaksud dengan Wahdatul Wujud, adalah suatu paham yang meyakini" Serba Tuhan. 

Sebagian dari kaum Syi'ah menganut paham Wahdatul Wujud, namun mereka terbagi atas 2 aliran, yaitu mereka yang meyakini:

A. Bahwa yang ada ini, pada hakikatnya adalah tuhan. Seperti jika engkau melihat suatu benda, maka pada hakikatnya yang engkau lihat itu adalah Tuhan. Karena Tuhan mewujudkan dirinya dalam benda itu. Ajaran ini disebar luaskan oleh seorang Imam Syi'ah Imamiyah yang bernama Husein bin Mansyur Al-Hallaj, yaitu seorang pemuka ilmu tashauf Syi'ah. 

B. Bahwa seluruh alam semesta ini berasal dari "Nur Allah. Sedangkan Nur Allah itu, adalah penjelamaan dari Tuhan itu sendiri, yang masuk ke dalam tubuh makhluknya. Pada mulannya masuk ke dalam tubuh Nabi Adam, kemudian kepada para Nabi-Nabi lainnya, hingga kepada Nabi Muhammad saw lalu turun ke Fatimah, ke Husein dan Hasan, seterusnya turun ke para imam-imam lainnya.

Oleh karena itu dirimu telah menyatu dengan Tuhan, maka Tuhan pun menyatu dengan dirimu, lalu dirimu itulah yang Al-Haq (yang sebenarnya). Ajaran ini dikembangkan oleh Muhiddin bin Ali bin A'rabi, atau yang dikenal dengan Ibnu Arabi. 

6. At-Taqiyah

Yang dimaksud dengan At-Taqiyah, adalah menyembunyikan paham. At-Taqiyah ini juga termasuk ajaran pokok bagi kaum Syi'ah. Ketika Bani Ummayah dan Bani Abbasiyah berkuasa, kaum Syi'ah selalu di buru oleh pemerintah yang berkuasa, karena mereka di anggap menyesatkan umat islam.
Maka mereka menyembunyikan paham Syi'ah dalam hati mereka, namun menzahirkan paham yang dianut kaum penguasa, untuk maksud memelihara keselematan.
Apabila sang penguasa itu dari kalangan kaum Mu'tazilah, seolah-olah mereka juga penganut dari Mu'tazilah. Maka sembunyikan paham Syi'ah bagi mereka hukumnya adalah wajib.

7. Penetapan Syari'at

Diantara kaum Syiah, ada juga sebagian Syiah Ismail 'liyah yang berada di Pakistan, berpendapat: "Bahwa Syariat (hukum-hukum islam), sebagaimana yang terdapat didalam Al-Qur'an, hanya berlaku untuk umum (umat), dan tidak berlaku bagi Imam.

Karena Imam itu adalah ma'shum (terpelihara dari dosa), maka Sang Imam boleh berbuat apa saja sesuka hatinya, sebagaimana yang dilakukan oleh Imam mereka (Agha Khan).

8. Qiyas dan Ijma':

Kaum Syi'ah tidak menerima Qiyas dan Ijma' sebagai landasan hukum, karena keduanya adalah hasil pikiran manusia, dan bukan wahyu dari tuhan, dan bukan pula ajaran atau fatwa dari Imam.



Tidak ada komentar untuk "Penjelasan Tentang Syi'ah, Paham Dan Aqidah"

Iklan Tengah Artikel 2