Penjelasan Tentang Kaum Ahmadiyah, Paham Dan Aqidah

Riwayat dan I'tiqad:


Aqidah Kaum Ahmadiyah



Mirza Gulam Ahmad

Paham Ahmadiyah ini pada awalnya berasal dari paham Syi'ah Isma'iliyah di Pakistan. Pendiri kaum Ahmadiyah ini adalah  Mirza Gulam Ahmad. 

Ia lahir di pada tahun 1836 M. di Qadiyan, sebuah desa yang terletak di daerah Punjab (Pakistan), dan meninggal dunia pada tahun 1902 M.

Syi'ah Isma'iliyah ini adalah pecahan Syi'ah yang berkeyakinan, Imam ke 7 yaitu Isma'il bin Ja'far Shadiq, yang telah lenyap itu, adalah "Al-Mahdi, akan muncul kembali pada akhir zaman untuk menegakkan keadilan.




Maka pada tahun 1890 M, saat ia berusia 54 tahun, pertama kalinya ia mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi, yang di tunggu-tunggu oleh umat seluruh dunia, sebagai Mujaddid (Pembaharu), juru selamat dan penegak keadilan.

Selain ia mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi, dikemudian hari juga Mirza Gulan Ahmad ini memfatwakan hal hal seperti berikut:

1. Ia mendakwahkan dirinya sebagai Nabi dan Rasul. Didalam bukunya "Hakikatul Wahyu", ia berkata: "Telah diwahyukan kepada saya: "Sesungguhnya aku adalah Rasul Tuhan (yang di diutus) kepada seluruh manusia. (Kitab: Hakikatul Wahyu : Hal-391)

2. Ia juga mendakwahkan dirinya, lebih mulia dari: "Abu Bakar dan dari para Nabi-nabi.

Didalam bukunya "Mi'yarul Akhyar", ia berfatwa:
"Saya lebih Mulia dari Abu Bakar, bahkan lebih mulia dari para Nabi-nabi. (Mi'yarul Akhyar : Hal-11)

3. Ia bermimpi sebagai Tuhan, dan ia menyatu dengan Tuhan untuk menjadi seorang Pembaharu.

Didalam bukunya "Ayinah Kamalat Islam, ia berkata:

" Aku bermimpi, bahwa sesungguhnya aku adalah Tuhan. Dan aku yakin bahwa aku menyatu dengan Tuhan. Dan terlintas didalam hatiku untuk memperbaiki dunia ini, aku akan atur dengan peraturan baru, maksudnya akan aku jadikan langit dan bumi ini dengan situasi baru. (Ayinah Kamalat Islam : Hal. 564-565).

4. Ia juga mendakwahkan dirinya sebagai penyempurna Syari'at Islam.
karena dirinya adalah Isa Al-Masih, yang di tunggu kedatangannya menjelang akhir zaman. Oleh sebab itu ditetapkannya suatu lambang Ahmadiyah sebagai berikut:

a. Hilal (Bulan sabit), ialah melambangkan ajaran Islam yang belum sempurna.

b. Badr (Bulan purnama), ialah melambangkan dirinya penyempurna Syariat islam.

c. Menara (manara putih di Damsyik), ialah adalah simbol pengakuan dirinya sebagai Isa Al-Masih, yang telah turun disana untuk menyempurnakan Syari'at Islam, hingga hari kiamat.

5. Ia berfatwa, bahwa : "Haram hukumnya melawan pemerintah Inggris yang sedang berkuasa di India dan Pakistan. Sebab orang-orang yang ikut bersama Inggris melawan pemberontak, adalah termasuk jihad.

6. Ia juga berfatwa, bahwa anaknya : "Mirza Basyiruddin Ahmad, masih menerima Wahyu, serupa dengan Nabi atau Khalifah ke 2.

Tanggapan dari Ahlu Sunnah wal Jama'ah:

Dengan adanya pengakuan Mirza Gulam Ahmad sebagai Nabi dan Rasul, menuai kecaman dan kemarahan umat dari berbagai penjuru dunia, khususnya kaum Syi'ah, yang mereka anggap sebagai penghianatan yang tidak terampuni.

Begitu juga para ulama yang di pakistan dan India mengencamnya, bahkan tidak sedikit Ulama yang mengeluarkan pernyataan, bahwa Mirza Gulam Ahmad telah keluar dari agama Islam (Kafir).

Menurut pendapat para ulama Aswaja, bahwa Mirza ini adalah seorang pendusta besar, sama dengan "Musailamah Kadzdzab" pada masa Khalifah Abu Bakar r.a.

Tidak ada komentar untuk "Penjelasan Tentang Kaum Ahmadiyah, Paham Dan Aqidah"

Iklan Tengah Artikel 2