Munculnya Dajjal Dan Ciri-Cirinya

A. Pengertian Al-Masih:

Al-Masih mengandung 2 pengertian:

  1. Al-Masih Isa Ibnu Maryam. Al-Masih dalam hal ini adalah suka pada kebenaran. 
  2. Al-Masih Dajjal. Al-Masih dalam hal ini adalah Ad-Dhalal wal Kadzdzab, berati: "Menyesatkan dan pembohong besar".

Ad-Dajjal:
Dajjal

Asal maknanya adalah Al-Khalath (mengacau, membingungkan). Ad-Dajjal adalah Isim alam. Yakni kata nama dari Al-Masih: "Sang pendusta atau menutup kebenaran dengan kebathilan."

B. Ciri-ciri Dajjal:

"Dajjal itu seorang yang masih muda, berkulit kemerah-merahan, berperawakan pendek dan gemuk, memiliki rambut keriting, dahinya lebar dan bahunya juga lebar, mata sebelah kanannya buta, dan matanya tidak menonjol keluar, dan juga tidak tenggelam kedalam, seolah-olah buah anggur yang masak (tidak bercahaya), dan mata sebelah kirinya ditumbuhi daging yang tebal pada sudutnya.

Dan diantara kedua matanya terdapat tulisan: (Kaf, fa, ra), ciri ciri tersebut terdapat dalam sebuah hadist:

Dari Nafi', ia berkata: "Abdullah bin Umar mengatakan: "Pada suatu hari Rasulullah saw menyebut-nyebut Al-Masih Ad-Dajjal di hadapan manusia, dan beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala (mata-Nya) tidaklah buta sebelah. Ingatlah! Bahwasannya Al-Masih Ad-Dajjal, matanya buta sebelah kanan, seakan-akan matanya buah anggur yang menonjol.

(Ibnu Umar) berkata: "Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Pada suatu malam aku bermimpi melihat diriku berada disamping Ka'bah, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berkulit sawo matang, lebih bagus dari laki laki berkulit sawo matang yang pernah kamu lihat, rambutnya panjang terurai diantara kedua pundaknya, lagi rambutnya lurus, sedangkan kepalanya masih meneteskan air, sementara ia meletakkan kedua tangannya pada pundak dua orang laki-laki, dan ia melakukan Thawaf diantara kedua orang tersebut.

Maka aku pun bertanya: "Siapa orang itu? Mereka menjawab : "Al-Masih bin Maryam. Dan aku juga melihat dibelakangnya ada seorang laki-laki yang berambut keriting, mata sebelah kanannya buta, seperti orang yang pernah aku lihat, yaitu Ibnu Qathan, sementara ia meletakkan kedua tangannya di pundak dua orang laki-laki, sambil Thawaf. Maka aku pun bertanya:  "Siapa orang itu? Mereka pun menjawab: "Dia adalah Al-Masih Ad-Dajjal. (HR: Al-Bukhari dan Muslim). 

C. Tempat Keluarnya Dajjal:

Di dalam hadist yang panjang, Fatimah binti Qais bercerita:

"Setelah suamiku Ibnu Al-Mughirah wafat dalam jihadnya yang pertama kali bersama Rasulullah saw, aku pun menjadi seorang janda, lalu beliau menyarankan agar aku tinggal bersama saudara sepupuku, yaitu Abdullah bin Amr bin Ummi Maktum.

Suatu ketika aku mendengar seruan, bahwa shalat akan segera didirikan, maka aku datang dan duduk di belakang kaum lelaki. Setelah shalat ditunaikan, Rasulullah saw duduk diatas mimbar, dan beliau (kelihatan) tertawa, lalu bersabda: "Hendaklah semua orang tetap berada di tempat Shalatnya.

Kemudian beliau bersabda: "Tahukah kalian kenapa aku mengumpulkan kalian? Mereka menjawab: "Allah dan Rasulnya yang lebih mengetahui. Beliau bersabda: "Demi Allah! Sesungguhnya aku tidaklah mengumpulkan kalian karena ada kabar gembira, atau karena memberi peringatan, tetapi aku mengumpulkan kalian: "Karena sebenarnya Tamim Ad-Dari, dulunya adalah seorang beragama Nasrani, kemudian ia datang, lalu berbaiat, dan masuk Islam.

Dan ia bercerita kepadaku suatu cerita, sesuai dengan yang aku ceritakan kepada kalian mengenai Al-Masih Dajjal. Ia bercerita kepadaku, bahwa ia bersama teman-temannya (anak-anak tanggung dan dewasa) sebanyak 30 orang mengarungi lautan, dengan menaiki sebuah perahu.

Lalu ombak mempermainkan mereka di lautan selama sebulan, kemudian terdampar disebuah pulau di tengah lautan ketika matahari terbenam, lalu mereka duduk-duduk di dekat perahu, kemudian mereka masuk ke pulau itu, dan bertemu dengan binantang yang bulunya sangat tebal, tidak diketahui mana kemaluan dan duburnya karena bulunya terlalu tebal. Mereka berkata: "Celakalah kamu, siapakah kamu ini? Binatang itu menjawab: "saya adalah Al-Jassasah.

Mereka berkata: "Apa itu Al-Jassasah?... Seterusnya "Rasulullah saw melanjutkan ceritanya: "mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang dipasung, berperawakan besar dan berbadan kekar.

Dan setelah kami berbincang-bincang dengannya, akhirnya ia mengaku sebagai Al-Masih Dajjal: "Dan aku akan ceritakan kepada kalian tentang diriku: "Sebenarnya aku adalah Al-Masih (Dajjal), dan sebentar lagi aku akan di izinkan keluar, maka aku akan keluar dan menjelajahi bumi.

Dan aku tidak membiarkan satu kampung pun, melainkan aku singgahi dalam waktu 40 malam, kecuali Mekkah dan Madinah. Karena keduanya diharamkan bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki keduanya, aku dihadapi oleh malaikat yang ditangannya ada pedang terhunus, mereka menghalangiku masuk kedalamnya, bahkan di setiap penjuru kota ada Malaikat yang menjaganya.

(Fatimah binti Qais) berkata: "Rasulullah saw bersabda sambil menekankan tongkatnya ke Mimbar: "Ini Thayyibah, Ini Thayyibah, Ini Thayyibah (maksudnya madinah). Ingatlah! Bukankah sudah aku ceritakan hal ini kepada kalian? Maka orang-orang pun menjawab: "Benar.  "Karena sesungguhnya cerita Tamim ini sangat menakjubkan, sebab sesuai dengan yang aku ceritakan kepada kalian mengenai (Dajjal) tersebut dan (kota) Madinah dan Mekkah.

Ketahuilah! Sesungguhnya ia berada di laut Syam, atau laut di laut Yaman. Tidak! Tetapi ia (datang) dari arah Timur. Benar! Dia dari arah timur. Benar! Dari arah timur. Benar!... dan beliau mengisyaratkan tangannya ke arah Timur. (Fatimah binti Qais) berkata: "Aku menghafal Hadist ini dari Rasulullah saw. (HR: Muslim dan Abu Daud).

D. Orang Yang Pertama Kali Mengikuti Dajjal:

Awal keluarnya Dajjal akan diikuti pertama kali oleh orang-orang Yahudi Ashbahan, kemudian menyebar ke berbagai pelosok bumi, khususnya orang-orang yang tidak mempunyai ilmu Agama, juga orang-orang yang imannya tidak memadai untuk mempertahankan aqidahnya.

Dari Anas bin Malik: "Bahwasannya Rasulullah saw bersabda: "Yang (pertama kali) mengikuti ajaran Dajjal adalah orang-orang Yahudi Ashbahan, sebanyak tujuh puluh ribu orang, mereka mengenakan jubah kebesaran. (HR: Muslim).

E. Kemampuan Dajjal:

huru-hara Dajjal adalah yang paling terbesar diantara semua huru-hara yang ada, semenjak Allah swt  menciptkan Adam As, hingga datangnya hari Kiamat. Hal ini disebabkan Allah swt memberikan kepadanya hal-hal yang sangat luar biasa, yang membuat akal pikiran menjadi bingung, yang akhirnya tidak sedikit manusia yang mengikutinya

Tersebut dalam beberapa riwayat Shahih, bahwa Dajjal itu:

1. Dapat membuat Surga dan Neraka yang dapat diperlihatkannya kepada manusia, yang mana Surganya itu adalah Neraka, dan Nerakanya adalah Surga.

2. Dapat membuat sungai-sungai selain sungai-sungai yang ada, dapat mengalir seketika, juga dapat membuat gunung-gunung dari roti.

3. Dapat memerintahkan langit menurunkan hujan.

4. Dapat memerintahkan bumi agar menumbuhkan pohon-pohon dan sayur-sayuran, lalu tumbuh dengan subur, beserta dengan buah-buahannya.

5. Dapat menghidupkan orang yang sudah mati ratusan tahun dan dapat mematikan seseorang dengan seketika.

Kedatangan Dajjal di muka Bumi akan menghasut dan membohongi umat. Bagi kaum Muslim yang beriman, akan semakin kokoh keimanannya, dan bagi yang kurang memadai keimanannya, akan semakin terpuruh dan terkikis keimanannya, serta semakin jauh dalam kesesatan.

Tidak ada komentar untuk "Munculnya Dajjal Dan Ciri-Cirinya"

Iklan Tengah Artikel 2